Tampilkan postingan dengan label kontes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kontes. Tampilkan semua postingan
28 Des 2013
Tenggelam dalam Hijab Syar’iku
Bismillahirahmanirrahim....
How is my first Hijab moment ….?
Jujur, saya tidak memiliki jawaban yang pasti, saya HANYA ingin pulang, kembali ke ALLAH … yang dapat saya rasakan adalah sudah bukan waktunya lagi saya berlari lari mencari kebahagian versi dunia tentunya… yang setelah saya peroleh semuanya lalu saya merasa bahwa bukan ini, dan bukan itu arti bahagia, lalu DIMANA?
Saya bukan termasuk ke dalam orang yang susah untuk mengikuti hal-hal yang baik. Dan Alhamdulillah saya bisa sesadar mungkin lebih awal untuk bisa berhijrah dengan hijab saya yang berawal dari keinginan saya untuk tampil lebih berbeda dari yang lainnya awalnya, namun ternyata inilah jalan yang lebih baik, dan saya ingin dikenal sebagai seorang remaja muslim dengan hijabnya karena itulah salah satu langkah saya mempercantik diri karena saya tahu saya tidak memiliki paras secantik makhluk ALLAH lainnya, dan inilah cara saya mempercantik diri dengan hijab karena ALLAH menyukainya. Dan hal ini sudah berlangsung sejak saya menjadi siswa baru di Sekolah Menengah Pertama, dan saat ini Alhamdulillah saya menemukan cara berhijab yang sebenarnya dengan tenggelam dalam hijab syar’i setelah saya menjadi mahasiswa saat ini. Walupun belum bisa berpakaian gamis yang seharusnya, namun Insyaallah saya akan mengenakannya dengan gamis pertama dari mbak dahayu gamis #harapannya .
Inilah saya yang tidak pernah punya jawaban mengapa saya tiba-tiba kesetrum dengan hijab saya … hanya ALLAH yang memiliki jawabannya karena saya tidak sanggup menjawab, yang pasti ketika kening menyentuh sajadah, ketika airmata tumpah saat tahajud, ketika tangan terangkat tinggi-tinggi untuk memohon ampunan, ketika titik NOL adalah titik kepasrahan saya atas semua yang ALLAH titipkan kepada saya, ketika tidak ada lagi jarak antara ALLAH dan saya, ketika jilbab saya menutup dada saya, ketika rok panjang semata kaki menjadi perhiasan saya kini, maka inilah kebahagian yang sesungguhnya saya cari kemarin …
Ini bukan tentang aku yang benar dan kamu yang salah. Ini tentang kita yang sama-sama belajar berhijab secara sempurna
Doakan saya kuat dan istiqomah dengan langkah yang saya ayunkan ini … saya ingin berpulang dengan pakaian yang disukai ALLAH
Kiki Fatmawati Jambi
Ojo lali LIKE fanspage www.facebook.com/dahayugamisfanspage
follow twitter @ririndahayu dan dahayugamis.blogspot.com Syukron ..
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Hijab ku
nama aku novi. Aku pertama kali benar-benar menggunakan hijab waktu aku kelas 3 sma pas bulan desember. Sebelumnya si aku juga udah menggunakan hijab tapi, hijab ku hanya digunakan di waktu sekolah. Aku juga sempat menyesal menggunakan hijab. Aku pikir menggunakan hijab itu tidak bebas melakukan suatu kegiatan Dan terbatas dari ruang gerak. Aku pernah berfikiran untuk melepas hijab. Lambat laun setelah aku mengikutin acara pesantren kilat. Setelah kegiatan itu semua pemikiran aku berubah. Ntah apa yang terjadi hijab terasa adem saat digunakan. أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَِ sampai saat ini aku menggunakan hijab.
Indri Novianty devi kebayoran
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Malu Kepada Allah
Saya bukan dari keluarga santri, pengetahuan agama Islam juga kurang sekali. Saya termasuk yang terlambat mengenakan hijab, baru pada bulan April 2010 saya mengenakan hijab secara istiqomah. Keinginan mengenakan hijab tersebut datang tiba-tiba ketika saya mulai mengkaji Al Quran lebih dalam dan menemukan ayat bahwa mengenakan hijab itu wajib hukumnya (di surat An Nuur ayat 31 dan Al Ahzab ayat 59).
Jujur saja keraguan menyergap untuk langsung mengenakan hijab, salah satu pertimbangannya adalah di tempat kerja saya dikenal sebagai orang yang galak dan tak sungkan memarahi rekan kerja yang saya anggap melakukan kesalahan, saya khawatir dicemooh karena berhijab tetapi kelakuan tak pantas. Keraguan kedua saat saya meminta izin suami, ia berkata “kalau kamu berjilbab hanya karena ikut-ikutan orang mending nggak usah kamu lakukan daripada bongkar pasang, hari ini berjilbab besok tidak”. Saya membawa keraguan ini pada seorang ustadzah, adik tingkat saya semasa kuliah yang saya temui kembali di sosial media, pertanyaan saya hanya satu “apakah jika tidak berhijab seluruh amalan saya akan sia-sia ?”. Dan jawabannya cukup bijak “saya rasa tidak seperti itu, namun mengenakan hijab adalah kewajiban muslimah, sebuah kewajiban jika tidak dilakukan adalah dosa maka dosa-dosa akan ditimbang dibandingkan dengan amal kebaikan dan darimana kita bisa tahu apakah amal kebaikan kita pasti lebih besar ?”. Sang ustadzah juga menyarankan saya seringkali membaca doa ketetapan hati agar niat mengenakan hijab dikuatkanNya. Akhirnya pada bulan April 2010, bulan kelahiran saya, ketika kami pindah ke rumah baru setelah 8 tahun lamanya kebanjiran di rumah lama saya mantap memutuskan untuk berhijab. Saya malu kepada Allah, impian terbesar saya untuk terbebas dari banjir dan tinggal di rumah lebih nyaman bagi seluruh keluarga telah dikabulkanNya, banyak cita-cita telah tercapai namun di usia tiga puluhan saya baru melakukan perintahNya. Sejak saat itu saya seperti terlahir kembali dan lebih bersemangat dalam memperbaiki diri demi menggapai surgawi
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Tiga Bulan yang Tak Mudah
Seperti yang pernah saya ceritakan di tulisan lain, perjalanan saya untuk berhijab tidak mudah. Itu hampir 20 tahun lalu, ketika orang berjilbab kelihatan aneh bagi sebagian orang, termasuk dalam keluarga saya.
Lembar dan pecahan koin sisa uang saku yang saya kumpulkan berhasil membuat saya mengoleksi 5 buah blus lengan panjang dan beberapa rok, kulot, juga beberapa lembar jilbab.
Bahagianya saya ketika pada tanggal 17 Maret 1994 saya katakan kepada kedua orangtua bahwa saya akan berjilbab. Kali ini saya tak minta izin lagi. Tak perlu lagi saya minta izin, begitu pikir saya. Toh, saya yang akan mempertanggungjawabkan diri saya kelak di akhirat. Jadi kedua orangtua hanya mendapat pemberitahuan dari saya dan mereka tak berkata apa-apa lagi karena sudah tahu kekerasan hati saya.
3 bulan pertama berjilbab bukan hal yang mudah. Saya harus melewati hari demi hari, melawan gerahnya kota ini. Jam kuliah terasa panjang. Untung kami, para jilbaber punya tempat berkumpul yang aman dan untungnya juga, kampus Tamalanrea masih terasa sejuk. Sampai di rumah pun, saya tetap harus berjilbab kecuali di dalam kamar atau saat seorang adik sepupu laki-laki yang tinggal bersama kami sudah keluar rumah.
Yang paling sulit dilawan adalah keinginan untuk membuka jilbab! Entah kenapa selalu ada keinginan yang teramat besar untuk segera melepas jilbab yang baru seumur jagung saya kenakan. Di dalam diri saya terasa ada 2 kekuatan yang bertarung: kekuatan malaikat dan kekuatan setan!
Sepanjang lebih 90 hari itu saya lalui bersama hantu yang bergentayangan di dalam jiwa. Hantu yang tak hentinya menggelisahkan batin. Ia begitu menyebalkan! Tapi bisikan malaikat yang senantiasa menghibur, mengingatkan dengan gigih tentang kewajiban berjilbab bagi muslimah. Saya pun berusaha melawan hantu itu dengan mengingat-Nya.
Ajaib, lewat 3 bulan saya menemukan kedamaian. Hingga sekarang, setelah 20 tahun, saya tak pernah menyesal karena hijab membuat hati saya tenteram.
Mugniar Marakarma Makassar
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Keraguan Di Awal Berhijab
Assalamualaikum semua saya akan menceritakan saat pertama kali saya berhijab. kini saya sudah memakai hijab selama 4 tahun. alasan saya memakai hijab alhamdulillah lillah karena allah ta`ala. awalnya sebelum untuk memutuskan berhijab saya tampak ragu, apakah ketika berhijab nantinya selain luar yang saya hijabi mampu juga menghijabi bagian paling dalam (hati) takutnya tidak imbang. mencoba untuk memantapkan diri saya untuk berhijab dengan cara mengumpulkan dukungan kuat, langkah yang saya ambil adalah membuka hadist yang mengatakan kalau seorang muslimah diwajibkan untuk mengenakannya, yang kedua orangtua mendukung dengan apa yang lakukan. dan setelah beberapa hari memikirkan dan memantapkan hati, akhirnya dengan kehendak allah, saya rubah penampilan saya yang biasa pakai lengan pendek dan celana pensil dan ketat menjadi seorang muslimah sejati walaupun terkadang penghalang utama saat mengenakannya kepanasan. tetapi lambat kemudian sudah terbiasa dengan keadaan yang ada. orang2 yang biasanya ngejahilin saya dengan kurang ajar, malah sopan menyapa "Assalamualaikum" subhanaallah luar biasa makna menggunakan hijab ini kalo dari hati. apalagi sekarang dijaman modern ini hijab sudah tidak lagi kuno hijab sudah menjadi trendy masa kini. dan malahan kalau tidak berhijab rasanya aneh kayak bukan diri saya.
itulah pengalaman saya ketika memulai hijab untuk pertama kalinya. semoga dengan cerita saya ini bisa membuat para muslimah yang belum berhijab bisa terdorong untuk memakainya.
Indah Rizki Hariani Banyuwangi
itulah pengalaman saya ketika memulai hijab untuk pertama kalinya. semoga dengan cerita saya ini bisa membuat para muslimah yang belum berhijab bisa terdorong untuk memakainya.
Indah Rizki Hariani Banyuwangi
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Kado Untuk Allah
Assamualaikum . . . Ini sedikit cerita ketika aku memutuskan memakai jilbab . Sebenarnya sudah dr duduk di kursi SMA aku pengen berhijab , karena temen sebangku aku berjilbab , tp belum ada keberanian , tetapi untuk setiap mudik ke kampung atau kondangan aku suka mengenakan jilbab . Tanggal 16 juni 2013 aku menikah (manten bayu) , punya impian kalo sudah menikah aku mau menutup aurat , suami sih mendukung , tapi karena ekonomi yang masih labil(:D ƗƗέ..ƗƗέ..ƗƗέ.. (ړײ ) ) aku belum bisa untuk beli2 keperluan berhijab .
Kami tidak menunda untuk mempunyai anak , promil sdh dijlnkan tp belum jua dipercaya sm Allah . Sedikit tegang karena sudah 4bln berjalan . Tanggal 05 nov 2013 bertepatan tahun baru Islam sebelum ngambil wudhu untuk subuhan aku test pack "iseng2" padahal baru 3hari telat , ehh muncul 2garis merah "ini sich iseng2 berhadiah" aku langsung kasih tau suami aku dan aku langsung aja bilang "a' aku mau pakek jilbab besok ngantor" iya katanya sambil meluk aku . . Emmm besoknya aku ngantor temen kantor pada aneh "aku bilang kado tahun baru dari Allah aku positif hamil dan aku juga harus kasih kado buat Allah dgn menutup auratku" alhamdulillah . Sekarang kandunganku sehat jln 5bulan , semoga lancar sampai melahirkan . Aamiin . .
Yeni Fitriana Baturaja
Kami tidak menunda untuk mempunyai anak , promil sdh dijlnkan tp belum jua dipercaya sm Allah . Sedikit tegang karena sudah 4bln berjalan . Tanggal 05 nov 2013 bertepatan tahun baru Islam sebelum ngambil wudhu untuk subuhan aku test pack "iseng2" padahal baru 3hari telat , ehh muncul 2garis merah "ini sich iseng2 berhadiah" aku langsung kasih tau suami aku dan aku langsung aja bilang "a' aku mau pakek jilbab besok ngantor" iya katanya sambil meluk aku . . Emmm besoknya aku ngantor temen kantor pada aneh "aku bilang kado tahun baru dari Allah aku positif hamil dan aku juga harus kasih kado buat Allah dgn menutup auratku" alhamdulillah . Sekarang kandunganku sehat jln 5bulan , semoga lancar sampai melahirkan . Aamiin . .
Yeni Fitriana Baturaja
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Disangka Non Muslim
Niat untuk berkerudung sebenarnya sudah sejak lama
di dalam hatiku bahkan jauh sebelum aku
SMA. Namun niat itu baru terlaksana di
pertengahan tahun 2004 setelah disentil oleh
Allah dengan beberapa kejadian. Pertama aku disangka non muslim oleh
Satpam tempat aku kuliah. Pada satu
kesempatan pak satpam ngobrol dengan
aku dan teman lainnya. Sibapak bercerita
bahwa dia punya anak laki-laki semua ,dan
yang paling cantik dirumah itu istrinya *ya iya lah...*, terus dia juga bercerita anaknya
ada yang kuliah di Semarang . Kemuadian
dia juga bercerita bahwa anaknya pintar
ngaji. Dan ketika ia bercerita tentang anak
yang pintar mengaji itulah matanya tertuju
kepadaku dengan mengatakan "itu loh.... Baca ayat suci alqur'an kitab suci...". Oh no!
aku juga tau kali......??!. Ku tilik pakaian
cukup sopan,baju kaos lengan pendek, dan
rok bahan denim dibawah lutut, pengen
nangis rasanya. Tau gak sodara-sodara 1
minggu kemudian aku pakai jilbab longgar dengan rok panjang, lalu lalang di depan
dia..*tentu saja ..dia kan selalu berdiri
depan pintu*. Aku melihatnya dengan
tatapan beda mungkin dia berpikir
"oh...islam toh" mungkin...sih..
(wallahualam) Dari dalam komplek bearland (ketika kuliah
aku tinggal dengan kakak ku), biasanya
menuju jalan raya Matraman aku jalan kaki
dan gak mau naik ojek lumayan menghemat
pengeluaran. Tau gak....?? Jelas-jelas aku
sering jalan kaki , ada tukang ojek yang suka gangguin... "naik ojek...??. Bla bla bla..."
udah di bilang "nggak" masih aja ditawarin
dan pake ngikutin dibelakang lagi ..uh! sebel
banget. Ternyata Allah benar hijab itu. Sebagai
pelindung agar dikenal sebagai muslimah
dan tidak diganggu ” Hai Nabi ! katakanlah pada istr.-
istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin, hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian
itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan
Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang” ( Q.S. Al- Ahzab : 59 ) ___
kiriman nova violita Indragiri
di dalam hatiku bahkan jauh sebelum aku
SMA. Namun niat itu baru terlaksana di
pertengahan tahun 2004 setelah disentil oleh
Allah dengan beberapa kejadian. Pertama aku disangka non muslim oleh
Satpam tempat aku kuliah. Pada satu
kesempatan pak satpam ngobrol dengan
aku dan teman lainnya. Sibapak bercerita
bahwa dia punya anak laki-laki semua ,dan
yang paling cantik dirumah itu istrinya *ya iya lah...*, terus dia juga bercerita anaknya
ada yang kuliah di Semarang . Kemuadian
dia juga bercerita bahwa anaknya pintar
ngaji. Dan ketika ia bercerita tentang anak
yang pintar mengaji itulah matanya tertuju
kepadaku dengan mengatakan "itu loh.... Baca ayat suci alqur'an kitab suci...". Oh no!
aku juga tau kali......??!. Ku tilik pakaian
cukup sopan,baju kaos lengan pendek, dan
rok bahan denim dibawah lutut, pengen
nangis rasanya. Tau gak sodara-sodara 1
minggu kemudian aku pakai jilbab longgar dengan rok panjang, lalu lalang di depan
dia..*tentu saja ..dia kan selalu berdiri
depan pintu*. Aku melihatnya dengan
tatapan beda mungkin dia berpikir
"oh...islam toh" mungkin...sih..
(wallahualam) Dari dalam komplek bearland (ketika kuliah
aku tinggal dengan kakak ku), biasanya
menuju jalan raya Matraman aku jalan kaki
dan gak mau naik ojek lumayan menghemat
pengeluaran. Tau gak....?? Jelas-jelas aku
sering jalan kaki , ada tukang ojek yang suka gangguin... "naik ojek...??. Bla bla bla..."
udah di bilang "nggak" masih aja ditawarin
dan pake ngikutin dibelakang lagi ..uh! sebel
banget. Ternyata Allah benar hijab itu. Sebagai
pelindung agar dikenal sebagai muslimah
dan tidak diganggu ” Hai Nabi ! katakanlah pada istr.-
istrimu, anak-anak perempuanmu dan
istri-istri orang mukmin, hendaklah
mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka. Yang demikian
itu agar mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. dan
Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang” ( Q.S. Al- Ahzab : 59 ) ___
kiriman nova violita Indragiri
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
27 Des 2013
Pakai Jilbab Itu Adem
Assalamu 'alaikum wr. wb.
Saat memakai jilbab pertama kali, sebenarnya saya lupa kapan tepatnya. karena memang dari kecil sudah dibiasakan oleh ibu saya untuk memakai jilbab. tapi namanya anak TK-SD, kalo panas ya dilepas lagi. hingga suatu hari saya ingin memakai jilbab dengan kemauan saya sendiri. saat kelas 5 SD, pertama kali haid. saat itu ibu berpesan "kalau pakai jilbab, ada 2 keuntungannya. pertama, di dunia pasti adem, karena tertutup dari panas matahari dan dinginnya hujan. kedua, di akhirat juga adem, karena terlindungi dari panas api neraka". mulai dari kata-kata ibu saya itu yang membuat saya yakin utk memakai jilbab, di mulai dari sekolah, main ke rumah teman, acara-acara keluar, selalu saya coba utk pakai jilbab seperti ibu saya. insya Allah semoga nantinya tetap bisa istiqomah berjilbab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Irham Nisaur Rohim Yogyakarta
Saat memakai jilbab pertama kali, sebenarnya saya lupa kapan tepatnya. karena memang dari kecil sudah dibiasakan oleh ibu saya untuk memakai jilbab. tapi namanya anak TK-SD, kalo panas ya dilepas lagi. hingga suatu hari saya ingin memakai jilbab dengan kemauan saya sendiri. saat kelas 5 SD, pertama kali haid. saat itu ibu berpesan "kalau pakai jilbab, ada 2 keuntungannya. pertama, di dunia pasti adem, karena tertutup dari panas matahari dan dinginnya hujan. kedua, di akhirat juga adem, karena terlindungi dari panas api neraka". mulai dari kata-kata ibu saya itu yang membuat saya yakin utk memakai jilbab, di mulai dari sekolah, main ke rumah teman, acara-acara keluar, selalu saya coba utk pakai jilbab seperti ibu saya. insya Allah semoga nantinya tetap bisa istiqomah berjilbab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.
Irham Nisaur Rohim Yogyakarta
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
member,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Belum Paham Awalnya
Pertama kali pakai jilbab saat itu usia saya masih 12 tahun,kelas 1 Mts dan memang karena diwajibkan oleh pondok memakai jilbab. Waktu itu belum ngerti sih alasan logisnya, tapi dengan berlalunya waktu dan makin dewasa makin mengerti bahwa tujuan wanita berjilbab adalah menjalankan perintah agama dan menjaga kehormatan dirinya.
Cobaan memakai jilbab itu datang ketika keluar dari pesantren, kebetulan waktu itu saya pindah ke SMU yang tidak diwajibkan memakai jilbab diluar jam sekolah. Tapi Alhamdulillah saya tetap bisa bertahan dengan jilbab saya, hingga saat ini.. Alhamdulillah ^^
maria ulfa Bogor
Cobaan memakai jilbab itu datang ketika keluar dari pesantren, kebetulan waktu itu saya pindah ke SMU yang tidak diwajibkan memakai jilbab diluar jam sekolah. Tapi Alhamdulillah saya tetap bisa bertahan dengan jilbab saya, hingga saat ini.. Alhamdulillah ^^
maria ulfa Bogor
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Awalnya Masih Lepas Pasang
inget banget pertama kali memutuskan berhijab ketika akhir-akhir kelas 5 SD mau naik ke kelas 6 SD. Ketika itu, niat berhijab hanya karena janjian sama dua sahabatku. Setelah minta izin orang tua, akhirnya kelas 6 SD resmi pakai hijab. Karena sudah kelas 6 SD, ayah sama ibu nggak membelikan seragam baru dengan lengan panjang. Akhirnya sekolah pakai rok yang kebetulan “sudah agak panjang” dan atasannya pakai seragam pendek dan dekker. Pakai hijabnya pun kayaknya masih “lepas pasang”, kalau sekolah pakai hijab.. kalau les nggak pakai. Ketika lulus SD, akhirnya aku memutuskan untuk nggak mau lepas pasang karena udah mulai merasa nggak nyaman ketika nggak pakai hijab atau pakai baju yang “agak terbuka”. Tahun berganti tahun, sampai Allah menakdirkan aku untuk masuk Madrasah. Nggak ada lagi kesempatan untuk tidak berhijab, karena sekolah atau kegiatan lain harus berhijab. Makin dewasa aku makin bersyukur sama Allah sudah ditakdirkan memakai hijab sejak kecil. Nggak pernah ada ruginya. Sekarang banyak orang yang belum berhijab karena merasa belum siap, sekali lagi aku pribadi bersyukur diberi kesempatan berhijab sejak kecil sehingga makin kesini makin terbiasa. Hijab justru yang menuntun kita kepada perilaku yang lebih baik dan menyelamatkan kita dari hal-hal yang tidak menyenangkan.
Tika Desianawati Sidoarjo
Tika Desianawati Sidoarjo
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Setelah Berhijab
Aku niisa, aku pake hijab baru 2 tahun yang lalu. Tepatnya pas kelas 2 Smk, aku sekolah di sekolah teknik yang rata-rata muridnya itu cowok sedangkan ceweknya itu ya Cuma sedikit, di kelasku aja Cuma ada 7 cewek termasuk aku. Cewek di kelasku semuanya berhijab jadi aku agak gimana gitu kalau lagi di kelas, udah gitu ya Sebelum pakai hijab aku cukup aktif di luar sekolah ikut dance-dance dan cosplay anime gitu karena kesukaanku sama jepang dan k-pop,sampai – sampai aku sempet mikir kalau pake hijab kan semua jadi terbatasi aku gak bisa lagi ikut dance atau bercosplay lagi dong?. Tapi pas sekarang udah pake hijab fikiran-fikiran itu berlalu, soalnya walaupun aku gak bisa ikut serta dance atau cosplay lagi ya aku masih bisa liat. Awalnya aku pake hijab tuh karena temen-temen di sekolah rata-rata pake hijab, jadi agak risih juga kalau lagi jalan sama mereka. Belum lagi ada beberapa senior yang berhijab sinisin aku, jadi makin gak enak aja aku, pas awal berhijab sempet diledekin juga sama beberapa temen cowok sekelas aku katanya Cuma ikut-ikutanlah, ya walaupun faktor utama karena gak enak aja di sinisin tapi aku tetep kuat sama pendirian ku untuk berhijab dan makin semangat buatku memperbaiki diri. Makin kesini aku di ajakin sama temen buat ikut acara yang berhubungan sama hijab sampai sadar kalimat “hijab itu bukan sebuah kebutuhan tapi sebuah keharusan” . Yaa pokoknya setelah berhijab tuh semakin banyak perubahan yang ada di diri aku, aku juga berusaha jaga sikap sampai temen aku bilang “niisa berubah banget ya” bukan Cuma dari segi penampilan tapi juga sikap, hehehe. jadi aku berterima kasih sama mereka yang sinisin aku, mungkin Allah memberiku hidayah melalui mereka.
Annisa Pramoedita Bekasi
Annisa Pramoedita Bekasi
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Hijab Pertamaku Karena Keadaan
Wow....tak sengaja aku membuka sebuah blog yang lagi mengadakan giveaway. Dan lebih wow lagi saat tema giveaway-nya "My First Hijab Moment". Jadi ingat awal mulanya aku berhijab. Hihihi...lucu bila mengenang masa-masa itu.
Yah...empat tahun sudah aku berhijab. Bukan berarti aku tak mendapatkan penolakan. Suamiku terbelalak saat melihat pertama kalinya aku berhijab. Ia bahkan geleng-geleng kepala dan nyaris tak percaya. Aku yang sehari-harinya berdandan ala cowok tiba-tiba mendadak alim. Apalagi dia tak suka dengan perempuan berhijab yang terlihat kurang modis.
Lantas kujelaskan tentang maksud dan tujuanku berhijab, tak lain hanya karena Allah semata, lama-lama ia mengerti dan mau menerima keadaanku. Bukan hanya itu, anakku yang kala itu masih TK tiba-tiba marah melihat penampilanku berubah. Bahkan ia sempat meronta dan ngambek tidak mau sekolah. Namun akhirnya ia mengerti juga
Padahal ibu-ibu di kompleks lebih suka aku berhijab. Memang aku berhijab karena keadaan. Dulu aku pernah dijadikan bahan percobaan ibu-ibu di kompleks. Rambutku di potong sangat pendek. Tanpa kuduga, sehari setelahnya tiba-tiba aku mendapat tugas untuk menghadiri perayaan Hari Ibu di kantor gubernur Papua. Aku wajib berkebaya dan bersanggul. Wihhhh....bagaimana bisa bersanggul kalau rambut sudah cepak?
Lantas aku menyulap dandananku dengan berhijab. Tapi memang wajah tak bisa disembunyikan, semua mata yang mengenalku tiba-tiba nyeletuk....
"Hah...ibu sudah berhijab, syukur ya alhamdulillah. Atau...hanya dalih saja agar tidak bersanggul?"
Aku hanya mesam mesem.
Bukan hanya itu. Setiap hari ulang tahun Persit (maklum istri tentara nih) wajib memakai kebaya dan bersanggul. Bukan main ribetnya. Aku harus bangun pagi-pagi, ngantri disanggul, belum ini itu. Pokoknya waktuku kedodoran.
Dari situlah aku memutuskan berhijab. Meski awalnya semua kulakukan karena keadaan, tetapi alhamdulillah kini aku semakin menyadari bahwa berhijab adalah sebuah kewajiban. Akupun bersyukur karena suami dan anakku mau menerima keadaanku, bahkan kini mereka makin mencintaiku. Semoga aku tetap syari’ dalam hijabku demi mendapat ridhoNya. Amin.
Sri Wahyuni Blitar
Yah...empat tahun sudah aku berhijab. Bukan berarti aku tak mendapatkan penolakan. Suamiku terbelalak saat melihat pertama kalinya aku berhijab. Ia bahkan geleng-geleng kepala dan nyaris tak percaya. Aku yang sehari-harinya berdandan ala cowok tiba-tiba mendadak alim. Apalagi dia tak suka dengan perempuan berhijab yang terlihat kurang modis.
Lantas kujelaskan tentang maksud dan tujuanku berhijab, tak lain hanya karena Allah semata, lama-lama ia mengerti dan mau menerima keadaanku. Bukan hanya itu, anakku yang kala itu masih TK tiba-tiba marah melihat penampilanku berubah. Bahkan ia sempat meronta dan ngambek tidak mau sekolah. Namun akhirnya ia mengerti juga
Padahal ibu-ibu di kompleks lebih suka aku berhijab. Memang aku berhijab karena keadaan. Dulu aku pernah dijadikan bahan percobaan ibu-ibu di kompleks. Rambutku di potong sangat pendek. Tanpa kuduga, sehari setelahnya tiba-tiba aku mendapat tugas untuk menghadiri perayaan Hari Ibu di kantor gubernur Papua. Aku wajib berkebaya dan bersanggul. Wihhhh....bagaimana bisa bersanggul kalau rambut sudah cepak?
Lantas aku menyulap dandananku dengan berhijab. Tapi memang wajah tak bisa disembunyikan, semua mata yang mengenalku tiba-tiba nyeletuk....
"Hah...ibu sudah berhijab, syukur ya alhamdulillah. Atau...hanya dalih saja agar tidak bersanggul?"
Aku hanya mesam mesem.
Bukan hanya itu. Setiap hari ulang tahun Persit (maklum istri tentara nih) wajib memakai kebaya dan bersanggul. Bukan main ribetnya. Aku harus bangun pagi-pagi, ngantri disanggul, belum ini itu. Pokoknya waktuku kedodoran.
Dari situlah aku memutuskan berhijab. Meski awalnya semua kulakukan karena keadaan, tetapi alhamdulillah kini aku semakin menyadari bahwa berhijab adalah sebuah kewajiban. Akupun bersyukur karena suami dan anakku mau menerima keadaanku, bahkan kini mereka makin mencintaiku. Semoga aku tetap syari’ dalam hijabku demi mendapat ridhoNya. Amin.
Sri Wahyuni Blitar
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
Promo,
reseller,
retail
Berjilbab belum terlambat
Ada yang mengatakan terlambat itu akan menyesal kemudian. Tapi tidak dengan taubat, karena Allah Maha Pengampun menerima taubat siapapun.
Ini kisah tentang Ibuku.
Ibu yang biasa ku sapa akrab Emak ini memang tak pernah berkerudung sejak aku masih kecil. Meski begitu dulu saat ayahku masih hidup ibuku hanya memakai penutup kepala yang tak menutupi leher. Seperti topi atau dalaman kerudung biasa. Namun tidak dilanjutkan karena pernah disindir orang seperti tukang bawang atau penjual bawang di pasar.
Sejak itulah ibuku memilih tidak melanjutkan berkerudung. Namun saat usiaku mulai dewasa dan meninggalkan bangku SMA tepatnya tahun 2010 aku sudah menyuruhnya untuk memakai kerudung.
Aku anak perempuan pertama yang memaksa kondisi ibuku memakai kerudung, bukan karena apa, pada saat itu ibuku rambutnya sudah beruban. Bagaimana tidak, ketika uban sudah menyumbul diantara rimbunnya rambut hitam lurus lainnya.
Dengan jengkel aku kadang mengingatkannya agar ia tidak lupa memakai kerudung. Sampai pada akhirnya kusadari pemaksaan yang kulakukan berbuah manis. Ku sering menasehatinya perlahan, dan kusebutkan dosa-dosa yang akan ditanggung kelak jika tidak menutup aurat.
Meskipun begitu yang namanya ibu tidak bisa dipisahkan dari daster. Tapi ia tetap memilih daster berlengan panjang dan kerudung warna polos untuk melengkapi pakaian taqwanya. Hingga suka duka dilalui, meski panas terasa ujian ini akan terasa sulit jika tak istiqomah.
Suatu hari tepatnya tahun 2012 ibuku bertemu dengan seorang ibu setengah baya yang tak lain tetangga lama yang usianya lebih tua di atas ibuku. Beliau bertanya tentang kerudung yang tak pernah lepas dari ibuku.
Pertanyaanpun menyeruak karena penasaran penyebab utama ibuku tak pernah lepas kerudung.
“emangnya banyak ubannya ya bu pakai kerudung melulu, gak panas?”
Dengan santai dan tersenyum lebar ibuku mengatakan secara halus.
“enggih bu, katah niki ubane. Malulah sama umur juga, yang muda berjilbab saya tidak? Panas emang bu, ya mau bagaimana lagi. Katanya dosa kalau tidak memakai kerudung”
“oh” jawabnya datar dengan ekspresi wajar tersenyum getir.
Alhamdulillah, yang tua bukan berarti menjadi halangan untuk tetap meraih ampunanNya.
Dan aku sadar, saat ibuku belum berjilbab. Ibuku disindir bahkan dihina oleh seorang bapak-bapak yang suka mengimami di masjid. Beliau menyindir keras saat ibuku keluar rumah tanpa jilbab dengan rambut terurai basah.
Ibuku merasa sakit hati, tapi kenyataan itu memang masih menoreh luka baginya dan diceritakan kepadaku. Lambat laun ibuku justru menjadi semakin membaik terima kasih atas sindiran yang pedas itu. Namun satu hal yang membuatku merasa aneh, sedangkan isteri imam masjid itu malah saya pernah melihat memakai celana pendek dengan rambut dikepang dua keluar rumah ke tetangga. Dan menantunya yang perempuan tak berani disindirnya untuk menutup aurat. Wallahu’alam.
Selagi ada waktu ayo cepat mendekat, karena berjilbab bukan halangan untuk kita tetap menjadi manusia yang seutuhnya dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Aamiin.
Muslimah itu tetap berjalan menuju titian cahaya
Meski kerut marut telah merunggut masa muda Allohu Akbar tak ada halangan untuk meraih ridho dan ampunanNYA
enggih bu, katah niki dibaca : Iya bu, ini banyak ubannya.
ANNUR KARIMAH Tegal
Ini kisah tentang Ibuku.
Ibu yang biasa ku sapa akrab Emak ini memang tak pernah berkerudung sejak aku masih kecil. Meski begitu dulu saat ayahku masih hidup ibuku hanya memakai penutup kepala yang tak menutupi leher. Seperti topi atau dalaman kerudung biasa. Namun tidak dilanjutkan karena pernah disindir orang seperti tukang bawang atau penjual bawang di pasar.
Sejak itulah ibuku memilih tidak melanjutkan berkerudung. Namun saat usiaku mulai dewasa dan meninggalkan bangku SMA tepatnya tahun 2010 aku sudah menyuruhnya untuk memakai kerudung.
Aku anak perempuan pertama yang memaksa kondisi ibuku memakai kerudung, bukan karena apa, pada saat itu ibuku rambutnya sudah beruban. Bagaimana tidak, ketika uban sudah menyumbul diantara rimbunnya rambut hitam lurus lainnya.
Dengan jengkel aku kadang mengingatkannya agar ia tidak lupa memakai kerudung. Sampai pada akhirnya kusadari pemaksaan yang kulakukan berbuah manis. Ku sering menasehatinya perlahan, dan kusebutkan dosa-dosa yang akan ditanggung kelak jika tidak menutup aurat.
Meskipun begitu yang namanya ibu tidak bisa dipisahkan dari daster. Tapi ia tetap memilih daster berlengan panjang dan kerudung warna polos untuk melengkapi pakaian taqwanya. Hingga suka duka dilalui, meski panas terasa ujian ini akan terasa sulit jika tak istiqomah.
Suatu hari tepatnya tahun 2012 ibuku bertemu dengan seorang ibu setengah baya yang tak lain tetangga lama yang usianya lebih tua di atas ibuku. Beliau bertanya tentang kerudung yang tak pernah lepas dari ibuku.
Pertanyaanpun menyeruak karena penasaran penyebab utama ibuku tak pernah lepas kerudung.
“emangnya banyak ubannya ya bu pakai kerudung melulu, gak panas?”
Dengan santai dan tersenyum lebar ibuku mengatakan secara halus.
“enggih bu, katah niki ubane. Malulah sama umur juga, yang muda berjilbab saya tidak? Panas emang bu, ya mau bagaimana lagi. Katanya dosa kalau tidak memakai kerudung”
“oh” jawabnya datar dengan ekspresi wajar tersenyum getir.
Alhamdulillah, yang tua bukan berarti menjadi halangan untuk tetap meraih ampunanNya.
Dan aku sadar, saat ibuku belum berjilbab. Ibuku disindir bahkan dihina oleh seorang bapak-bapak yang suka mengimami di masjid. Beliau menyindir keras saat ibuku keluar rumah tanpa jilbab dengan rambut terurai basah.
Ibuku merasa sakit hati, tapi kenyataan itu memang masih menoreh luka baginya dan diceritakan kepadaku. Lambat laun ibuku justru menjadi semakin membaik terima kasih atas sindiran yang pedas itu. Namun satu hal yang membuatku merasa aneh, sedangkan isteri imam masjid itu malah saya pernah melihat memakai celana pendek dengan rambut dikepang dua keluar rumah ke tetangga. Dan menantunya yang perempuan tak berani disindirnya untuk menutup aurat. Wallahu’alam.
Selagi ada waktu ayo cepat mendekat, karena berjilbab bukan halangan untuk kita tetap menjadi manusia yang seutuhnya dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Aamiin.
Muslimah itu tetap berjalan menuju titian cahaya
Meski kerut marut telah merunggut masa muda Allohu Akbar tak ada halangan untuk meraih ridho dan ampunanNYA
enggih bu, katah niki dibaca : Iya bu, ini banyak ubannya.
ANNUR KARIMAH Tegal
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Diawali Seragam Putih Biru
Awalnya saya mengenakan mahkota kain ini sejak duduk dibangku SMP. Jilbab katun segi empat berwarna putih dengan bordiran bunga di sekelilingnya menjadi jilbab (sekarang lebih dikenal dengan istilah hijab) pertama saya. Masih teringat dengan jelas di ingatan saya, sebelum berangkat ke sekolah esok paginya, saya sudah sibuk ria setrika jilbab setiap malam dengan harapan esok saya sukses memakai jilbab dengan rapi. Saya menghabiskan waktu 15 menit di depan cermin untuk bisa memutuskan hasil lipatan jilbab yang terakhir merupakan gaya yang menurut saya ‘the best’ dan rapi waktu itu. Waktu yang cukup singkat buat saya yang newbie dan waktu yang lama dan bahkan berlebihan jika dibandingkan anak SMP zaman sekarang. Keputusan untuk akhirnya memakai jilbab berdasarkan saran dari kakak tertua saya sendiri. Kakak menyarankan agar saya memakai jilbab jika ingin melanjutkan sekolah di tingkat SMP atau jika tidak memilih untuk masuk sekolah tsanawiyah saja yang memiliki kewajiban untuk mengenakan jilbab ke sekolah. Saran itu juga didukung oleh ibu dan bapak. Sebagai anak yang gak neko-neko, saya fine2 aja untuk mengenakan jilbab ke sekolah meskipun seminggu sebelum ibu membeli seragam sekolah, terkadang ajakan teman untuk tidak mengenakan jilbab juga mengusik dan menarik hati. Pakai pita rambut warna warni, model rambut yang berbeda setiap harinya, atau sekedar diurai menjadi sebuah ke-seru-an dan kebiasaan saya sejak TK. Dan sejak hari pertama masuk sekolah kelas 7, jilbab menjadi bagian penting dalam keseharian saya. Alhamdulillaah.. sekarang hanya butuh 1-3 menit untuk mengenakan jilbab rapi. Memang benar pepatah yang menyebutkan, ala bisa karna biasa. Di kelas 11 saya diberi hidayah bahwa mengenakan jilbab merupakan suatu kewajiban bagi perempuan yang sudah mengalami menstruasi. Seiring waktu mendewasakan, jilbab bukan hanya sebuah kewajiban tetapi juga menjadi kebutuhan bagi setiap perempuan islam untuk menjadi pelindung yang memberi banyak keuntungan yang tidak hanya bagi kaum perempuan itu sendiri.
Desi Namora Bogor
Desi Namora Bogor
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
JILBABKU GERAKAN PERUBAHANKU
Hani begitulah orang memanggilku , tapi sebenarnya nama lengkapku Siti Hanifah.sekarang aku duduk dikelas 3 SMA. Sedikit pemberitahuan , aku merupakan sosok yang jauh dari kata feminim , bisa dibilang aku ini tomboy . sehingga memakai jilbab tidak pernah terbesit dalam pikiranku. Dulu ketika SD , SMP sampai SMA kelas 1 aku tidak memakai jilbab. Bisa dibilang anti jilbab. Pernah suatu hari ketika aku masih duduk dibangku kelas 2 SMP aku di hukum dan di ceramahi oleh Guru agama dikarenakan aku tidak memakai kerudung saat pelajaran berlangsung. Sebagai hukumannya , aku dikelilingi oleh teman-temanku dan mereka menyenandungkan ayat-ayat ‘’ ASTAGFIRULLAH ROBBAL BAROYA”
Pengalaman yang sangat memalukan, padahal aku ini muslim yah, tapi kenapa memakai jilbab saja tidak mau? Namun berkat kekuasaan dan hidayahNya , aku tidak lagi anti memakai jilbab. Salah satu motivasi yang membuatku memakai jilbab sampai saat ini karena motivasi kekompakan. Aku mengikuti organisasi Pramuka di daerahku dan semua anggota putri memakai kerudung. Hanya aku dan salah satu temanku tidak memakai jilbab. Karena malu dibilang beda sendiri akhirnya aku memakai jilbab.
Awalnya aku terpaksa ,namun lagi-lagi Allah memberikan hidayahNya sehingga sampai saat ini aku memakai jilbab. Meski terkadang aku tidak pede ketika memakai jilbab di kreasikan atau istilah modern nya hijab .Mungkin Karena sifat kelaki-lakianku masih terlihat sehingga masih merasa canggung Tapi alhamdulilah sekarang aku tidak separah dulu. Setidaknya sejak aku mengenakan jilbab aku lebih sopan dalam bertutur kata, tingkah , serta tidak dipandang urakan oleh orang lain. Memakai jilbab bisa menaikan derajat seorang wanita muslim dimata laki-laki. so, Awali dari niat dan jadikan jilbab sebagai Gerakan perubahan wanita muslim menjadi wanita yang lebih baik
siti hanifah Bogor
Pengalaman yang sangat memalukan, padahal aku ini muslim yah, tapi kenapa memakai jilbab saja tidak mau? Namun berkat kekuasaan dan hidayahNya , aku tidak lagi anti memakai jilbab. Salah satu motivasi yang membuatku memakai jilbab sampai saat ini karena motivasi kekompakan. Aku mengikuti organisasi Pramuka di daerahku dan semua anggota putri memakai kerudung. Hanya aku dan salah satu temanku tidak memakai jilbab. Karena malu dibilang beda sendiri akhirnya aku memakai jilbab.
Awalnya aku terpaksa ,namun lagi-lagi Allah memberikan hidayahNya sehingga sampai saat ini aku memakai jilbab. Meski terkadang aku tidak pede ketika memakai jilbab di kreasikan atau istilah modern nya hijab .Mungkin Karena sifat kelaki-lakianku masih terlihat sehingga masih merasa canggung Tapi alhamdulilah sekarang aku tidak separah dulu. Setidaknya sejak aku mengenakan jilbab aku lebih sopan dalam bertutur kata, tingkah , serta tidak dipandang urakan oleh orang lain. Memakai jilbab bisa menaikan derajat seorang wanita muslim dimata laki-laki. so, Awali dari niat dan jadikan jilbab sebagai Gerakan perubahan wanita muslim menjadi wanita yang lebih baik
siti hanifah Bogor
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Hijab Menjagaku
Assalamualaikum.Wr.Wb
Barhijab merupakan kewajiban setiap muslim, untuk menutup aurat. Sejak lahir berada di lingkungan yang berhijab, namun tidak pernah ada keinginan untuk berhijab. Ketika Sekolah Dasar, aku dihadapkan dengan sebuah realita bahwa telah menginjak baligh. Semua menjadi berubah, tampil cantik dan menawan dengan uraian rambut dibalut dengan busana berubah menjadi tertutup. Hanya jari-jari tangan dan kaki serta wajah yang terlihat.
Pertamakali berhijab ketika aku duduk Sekolah Dasar kelas 3. Memulai berhijab saat aku berpergian jauh,awalnya memang terasa malu. Namun ketika berada di tempat yang banyak kaum adam, timbul rasa terlindungi dan dihormati kaum adam. Hati aku semakin mantap untuk menutup aurat. Aku juga mencoba untuk berhijab saat berada di rumah. Rasa nyaman dan terlindungi membalut menjadi satu. Selalu ingat bahwa aku telah baligh, suka tidak suka aku harus menutup aurat .Perkataan bapak aku yang tidak pernah aku lupakan “Jika kamu ingin selamat di dunia dan akhirat, mulailah dari hal yang kecil. Contohnya menutupi aurat dimanapun kamu berada”. Perkataan itulah yang mengetuk dan memantapkan hati aku untuk menutupi aurat. Aku takut tidak maksimal berbuat baik di dunia, setidaknya di dunia mengurangi jumlah maksiat.
Berhijab dengan sangat sederhana merupakan awal perubahan. Busana panjang menutup aurat membalut tubuh, perbedaan warna yang sangat mencolok menjadikan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Tertawa dan malu jika harus mengenang. Namun seiring berkembangnya zaman, perlahan mengenal gaya berbusana yang masih islami. Semakin menyemangati aku untuk selalu tampil cantik dengan berhijab.
Ketika berhijab banyak orang menghujat, dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Usia 9 tahun yang cukup terbilang belia, harus menerima tumpahan kata-kata yang cukup menguras pikiran. Namun perkataan itu hanyalah menjadi sebuah batu kerikil perjalanan aku untuk menuju surga Allah. Usia 9 tahun tidak banyak yang aku ketahui,perlahan demi perlahan hati ini semakin yakin dan kuat untuk berhijab.
Wassalamualaikum.Wr.Wb
Barhijab merupakan kewajiban setiap muslim, untuk menutup aurat. Sejak lahir berada di lingkungan yang berhijab, namun tidak pernah ada keinginan untuk berhijab. Ketika Sekolah Dasar, aku dihadapkan dengan sebuah realita bahwa telah menginjak baligh. Semua menjadi berubah, tampil cantik dan menawan dengan uraian rambut dibalut dengan busana berubah menjadi tertutup. Hanya jari-jari tangan dan kaki serta wajah yang terlihat.
Pertamakali berhijab ketika aku duduk Sekolah Dasar kelas 3. Memulai berhijab saat aku berpergian jauh,awalnya memang terasa malu. Namun ketika berada di tempat yang banyak kaum adam, timbul rasa terlindungi dan dihormati kaum adam. Hati aku semakin mantap untuk menutup aurat. Aku juga mencoba untuk berhijab saat berada di rumah. Rasa nyaman dan terlindungi membalut menjadi satu. Selalu ingat bahwa aku telah baligh, suka tidak suka aku harus menutup aurat .Perkataan bapak aku yang tidak pernah aku lupakan “Jika kamu ingin selamat di dunia dan akhirat, mulailah dari hal yang kecil. Contohnya menutupi aurat dimanapun kamu berada”. Perkataan itulah yang mengetuk dan memantapkan hati aku untuk menutupi aurat. Aku takut tidak maksimal berbuat baik di dunia, setidaknya di dunia mengurangi jumlah maksiat.
Berhijab dengan sangat sederhana merupakan awal perubahan. Busana panjang menutup aurat membalut tubuh, perbedaan warna yang sangat mencolok menjadikan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Tertawa dan malu jika harus mengenang. Namun seiring berkembangnya zaman, perlahan mengenal gaya berbusana yang masih islami. Semakin menyemangati aku untuk selalu tampil cantik dengan berhijab.
Ketika berhijab banyak orang menghujat, dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Usia 9 tahun yang cukup terbilang belia, harus menerima tumpahan kata-kata yang cukup menguras pikiran. Namun perkataan itu hanyalah menjadi sebuah batu kerikil perjalanan aku untuk menuju surga Allah. Usia 9 tahun tidak banyak yang aku ketahui,perlahan demi perlahan hati ini semakin yakin dan kuat untuk berhijab.
Wassalamualaikum.Wr.Wb
Ata Sulfiani Pamekasan
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
mie kremes,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Semakin Terjaga dengan Berhijab
Ukhti, banyak hal yang kurasakan ketika mulai berhijab, hatiku semakin tentram, nyaman, damai, dan semakin terjaga dalam bersikap dan bertutur kata. Orang-orang disekitarku pun memperlakukan diriku dengan santun. Allah benar-benar menjagaku dimanapun saya berada. Dengan Hijab, kebaikan-kebaikan didunia kita diberkahi Allah, apalagi jika sudah di akhirat kelak, kita akan berada pada golongan orang-orang yang sama berhijab. Amin :)
Faidah Pata makassar
Faidah Pata makassar
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Hijab Untuk Perubahan yang Lebih Baik
Awal aku mengenakan hijab adalah di usiaku yang ke 18 tahun. Setelah lulus dari SMK dan bekerja di sebuah Home Industri. Aku bekerja sebagai desain grafis. Sekitar 2 bulan pertama bekerja, aku masih belum menggunakan hijab. Hingga pada 16 Juli 2011, sebelum berangkat kerja aku menatap diriku di cermin. Tepat di usiaku yang ke 18 tahun ini, “Kenapa tidak ada yang berubah dalam diriku? Lihat, apa yang kamu harapkan dengan mengumbar auratmu di luar sana? Agar terlihat cantik? agar laki-laki memandangmu? Apa kamu tak sadar betapa besar dosa yang telah kamu lakukan? Ya Allah ampuni aku.”
Saat itulah, tiba-tiba ada kemantapan yang datang secara tiba-tiba untuk benar-benar total mengenakan hijab. Ya, dalam hidup harus ada perubahan ke arah yang lebih baik. HARUS. Ku ambil sebuah kerudung dan satu-satunya kerudung di rumahku. Sebuah kerudung instan berwarna abu-abu. Ku cari baju lengan panjang yang berwarna abu-abu juga dan Celana yang tidak ketat tentunya. Itulah jilbab pertama yang aku kenakan. Tetapi ternyata tak semudah yang aku kira. Saat sampai di kerjaan, bos ku tak mau memandangku sama sekali. Aku heran, aku bingung apa salahku? Baru setelah beberapa minggu kemudian, aku diberitahukan oleh staff admin disitu bahwa “Disini, gak boleh pake jilbab nes. Coba lihat apa kamu pernah menjumpai wanita berhijab di kerjaan ini? Gak kan?”
Tetapi aku nekat karena sudah mantap dengan niatku. Tak apa aku dipecat, aku ikhlas, karena yang memberiku rejeki adalah Allah. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, bos ku mulai luluh, dan mau menerimaku aku dan hijab ku. Sampai kemudian peraturan itu berubah. Alhamdulillah, sejak saat itulah teman dekatku ikut berhijab saat bekerja. Dan bos ku tak mempermasalahkannya. Dan aku juga mempunyai teman baru lagi dengan hijabnya juga tentunya. Sekarang hijab tak lagi asing disitu. Sejak saat itulah aku terus berusaha memperbaiki diriku, akhlaqku dan menyempurnakan hijabku.
Agnes Dwi Radiktiani Semarang
Saat itulah, tiba-tiba ada kemantapan yang datang secara tiba-tiba untuk benar-benar total mengenakan hijab. Ya, dalam hidup harus ada perubahan ke arah yang lebih baik. HARUS. Ku ambil sebuah kerudung dan satu-satunya kerudung di rumahku. Sebuah kerudung instan berwarna abu-abu. Ku cari baju lengan panjang yang berwarna abu-abu juga dan Celana yang tidak ketat tentunya. Itulah jilbab pertama yang aku kenakan. Tetapi ternyata tak semudah yang aku kira. Saat sampai di kerjaan, bos ku tak mau memandangku sama sekali. Aku heran, aku bingung apa salahku? Baru setelah beberapa minggu kemudian, aku diberitahukan oleh staff admin disitu bahwa “Disini, gak boleh pake jilbab nes. Coba lihat apa kamu pernah menjumpai wanita berhijab di kerjaan ini? Gak kan?”
Tetapi aku nekat karena sudah mantap dengan niatku. Tak apa aku dipecat, aku ikhlas, karena yang memberiku rejeki adalah Allah. Akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, bos ku mulai luluh, dan mau menerimaku aku dan hijab ku. Sampai kemudian peraturan itu berubah. Alhamdulillah, sejak saat itulah teman dekatku ikut berhijab saat bekerja. Dan bos ku tak mempermasalahkannya. Dan aku juga mempunyai teman baru lagi dengan hijabnya juga tentunya. Sekarang hijab tak lagi asing disitu. Sejak saat itulah aku terus berusaha memperbaiki diriku, akhlaqku dan menyempurnakan hijabku.
Agnes Dwi Radiktiani Semarang
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Teguran dari Surga
Randi adalah teman sekelasku yang paling jahil kepadaku. Sering dia menjahiliku dengan menarik ikat rambut yang kukenakan, mecabut bandana di rambutku sampai menyembunyikan sisir yang ada didalam tasku. Seringnya aku marah kepadanya karena perlakuan jahilnya, namun Randi tetap saja tidak pernah mau berhenti menjahiliku.
Sampe pada suatu saat, kejahilan Randi sudah benar-benar kelewatan. Dia menempelkan permen karet pada rambutku. Aku kesal dan marah bukan main. Aku berusaha keras melepaskan permen karet yang tanpa aku sadari telah berada lama dirambutku, namun semuanya hanya sia-sia. Satu-satunya cara adalah dengan memotong rambutku. Aku menangis tanpa henti mengingat rambut panjang indahku yang selama ini ku rawat harus dipotong.
***
Sore itu sepulangku memotong rambut di salon, Rendi datang kerumahku membawakan aku sebuah bingkisan yang dibungkusnya rapih, dia berkata kepadaku bahwa kado itu adalah bentuk permintaan maafnya kepadaku atas semua kesalahannya. Dengan rasa sedikit tenang dari amarah aku pun membuka bungkusan kado itu, aku sangat berharap bila hadiah yang dia berikan sebanding dengan kesalahannya.
Setelah aku melihat isi bungkusan kado, akupun dibuatnya kaget bukan main. Kado itu berisi sebuah Jilbab berwarna merah muda. Bukan isi dari hadiahnya yang membuat aku kaget, tapi siapa orang yang telah memberikan kado ini. Ya, Rendi temanku ini adalah bukan seorang muslim.
“Kata orang, wanita muslim itu kan harus wajib pake jilbab, jadi semoga aja kado dari gue ini bermanfaat.” Katanya kepadaku manis.
Aku hanya bisa tersenyum kecil dan berpikir keras. Ya Allah betapa bodohnya aku ini, sungguh aku merasa aku adalah wanita muslim yang hina dengan teguran ini. Kenapa harus Rendi yang menyadarkanku tentang arti sehelai jilbab yang sesungguhnya. Rambut adalah sebuah mahkota kecantikan wanita, namun akan lebih berharga lagi kalau sebuah mahkota itu dilindungi dengan iman dan islam yang sesungguhnya. Sungguh Maha Besar Mu ya Allah yang telah mendatangkan teguran kecil dari surgamu ini.
SITI HORIAH Yogyakarta
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Hijab Penuntun Jalan Kebaikan
Aku mulai memakai jilbab awal tahun 2009, tepatnya saat tepatnya saat memasuki SMA. Sebelumnya tidak pernah terlintas dalam pikiran untuk berhijab. Karena keluargaku memang bukan dari keluarga islami yang terbiasa berhijab, melainkan keluarga Jawa yang masih kental. Aku pun sekolah sampai tingkat SMP tidak berhijab. Selain itu aku selalu membuat hiasan dengan rambutku. Rambutku yang lurus, hitam, serta lebat membuatku ingin memperindahnya. Sejak kecil ibuku selalu menata rambutku sebelum berangkat sekolah. Entah berapa lama kegiatan itu terjadi. Kebiasaan itu membuat diriku sangat menyukai aksesoris yang menghiasi rambut. Sehingga tak heran jika aku tak pernah berfikir untuk menutupi rambut indahku ini dengan jilbab. Jika memakai jilbab pasti tak bisa memakai aksesoris. Itulah pikiranku saat itu.
Entah hal apa yang membuat aku berhijab, niat ikhlas kah aku? Atau hanya ingin meniru teman-temanku. Saat itu memang aku memiliki niat berhijab agar bisa berubah menjadi lebih baik, tapi di sisi lain aku juga meniru teman-temanku. Sehingga yang terjadi aku hanya berhijab saat pergi ke sekolah saja, tapi apabila pergi ke luar masih tidak berhijab.
Tak terasa sudah tiga tahun aku berhijab. Tentunya dengan begitu banyak cobaan serta rayuan yang kudapat. Dengan memakai jilbab, hatiku merasa lebih tentram dan nyaman. Perilaku juga lebih terarah sejak berhijab. Aku lebih berhati-hati dalam berperilaku. Karena aku malu pada diri sendiri, jika berhijab tetapi perilakunya tidak baik. Selain itu, aku juga lebih mendekatkan diri kepada Allah sang pencipta daripada sebelum berhijab. Hijab memberi kebaikan pada diriku.
Mulai saat ini aku berkeyakinan bahwa jilbab bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi. Aku selalu berhijab saat keluar rumah, tak seperti dulu. Aku pun masih bisa berekspresi dengan hijabku, dengan model yang lucu-lucu gayaku masih tetap stylish. Dengan niat serta keikhlasan yang mendalam untuk bisa menjadi yang lebih baik, hijab akan selalu mengantarkan ke jalan kebaikan.
Dewi Retno Ambarwati Kudus
Entah hal apa yang membuat aku berhijab, niat ikhlas kah aku? Atau hanya ingin meniru teman-temanku. Saat itu memang aku memiliki niat berhijab agar bisa berubah menjadi lebih baik, tapi di sisi lain aku juga meniru teman-temanku. Sehingga yang terjadi aku hanya berhijab saat pergi ke sekolah saja, tapi apabila pergi ke luar masih tidak berhijab.
Tak terasa sudah tiga tahun aku berhijab. Tentunya dengan begitu banyak cobaan serta rayuan yang kudapat. Dengan memakai jilbab, hatiku merasa lebih tentram dan nyaman. Perilaku juga lebih terarah sejak berhijab. Aku lebih berhati-hati dalam berperilaku. Karena aku malu pada diri sendiri, jika berhijab tetapi perilakunya tidak baik. Selain itu, aku juga lebih mendekatkan diri kepada Allah sang pencipta daripada sebelum berhijab. Hijab memberi kebaikan pada diriku.
Mulai saat ini aku berkeyakinan bahwa jilbab bukanlah penghalang untuk tetap berprestasi. Aku selalu berhijab saat keluar rumah, tak seperti dulu. Aku pun masih bisa berekspresi dengan hijabku, dengan model yang lucu-lucu gayaku masih tetap stylish. Dengan niat serta keikhlasan yang mendalam untuk bisa menjadi yang lebih baik, hijab akan selalu mengantarkan ke jalan kebaikan.
Dewi Retno Ambarwati Kudus
Tags
diskon,
gamis,
gamis elegan,
gratis gamis,
gratis hijab,
grosir,
grosir busana muslim,
hijab,
kontes,
kontes menulis,
lomba menulis,
maxi murah,
murah,
nakal,
olshop,
penipuan,
reseller,
retail
Langganan:
Postingan (Atom)


