MENU TAB

Tampilkan postingan dengan label member. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label member. Tampilkan semua postingan

27 Des 2013

Pakai Jilbab Itu Adem

Assalamu 'alaikum wr. wb.
Saat memakai jilbab pertama kali, sebenarnya saya lupa kapan tepatnya. karena memang dari kecil sudah dibiasakan oleh ibu saya untuk memakai jilbab. tapi namanya anak TK-SD, kalo panas ya dilepas lagi. hingga suatu hari saya ingin memakai jilbab dengan kemauan saya sendiri. saat kelas 5 SD, pertama kali haid. saat itu ibu berpesan "kalau pakai jilbab, ada 2 keuntungannya. pertama, di dunia pasti adem, karena tertutup dari panas matahari dan dinginnya hujan. kedua, di akhirat juga adem, karena terlindungi dari panas api neraka". mulai dari kata-kata ibu saya itu yang membuat saya yakin utk memakai jilbab, di mulai dari sekolah, main ke rumah teman, acara-acara keluar, selalu saya coba utk pakai jilbab seperti ibu saya. insya Allah semoga nantinya tetap bisa istiqomah berjilbab.
Wassalamu 'alaikum wr. wb.



Irham Nisaur Rohim Yogyakarta

BErbaju Pendek kok Berhijab

Kira-kira kelas 4 SD, aku memakai jilbab pertama kali. Belum ada seragam panjang waktu itu, bahkan sempet ditegur guru olahraga. Katanya pake baju pendek tapi kok pake jilbab, pas pulang langsung nangis ke ibu dan besoknya aku mogok pakai jilbab ke sekolah. Tapi terus ibu bilang “kamu lebih cantik kalo pake jilbab, kamu keliatan beda sama yang lain”. Aku tetep kekeh gak mau pake jilbab, emang malu banget soalnya satu sekolah sama sekali gak ada yang memakai jilbab bahkan gurunya juga, karena memang aku sekolah di SD Negeri. Ibu gak nyerah begitu saja, tiap hari selalu nyiapin aku jilbab pas siap-siap sekolah, berharap aku memakainya tentu. Selama 3 minggu sama sekali aku gak nyentuh jilbab itu, sampai disuatu pagi ada beberapa tumpukan seragam dikamarku. Iya, ibu jahitkan baju seragam baru buat aku, seragam panjang lengkap dengan jilbabnya. Seneng sih, tapi tetep aja bakal beda banget kalo pas dikelas. Dengan terpaksa akhirnya aku pake juga ke sekolah, soalya kasihan ibu udah susah jahitin baju seragam buat aku. Alhasil, tahu kan yang terjadi ? yup, masuk kelas, beli jajan, apalagi pas olahraga, aku jadi diliatin temen satu sekolahan. Sehari terlewati, dua hari lanjut, tapi kok jadi menikmati banget ya akunya. Biasanya jadi anak biasa aja, eh terus jadi pusat perhatian itu rasanya something banget lo. Meskipun kadang datang protes dari temen, aku mulai terbiasa cuek dan cukup tersenyum saja menghadapinya. Dan Alhamdulillah sejak saat itu sampai jadi mahasiswa, aku gak pernah ngelepas jilbab lagi atau bahkan sekedar memajang foto tanpa jilbab di jejaring sosial, uh .. anti. hehe. Menurutku, belajar memakai jilbab sejak dini bakal bikin anak punya karakter, bener sih kalo penampilan memang bukan segalanya, bahkan kita gak boleh nge-judge seseorang lewat penampilannya doang. Tapi inget, lewat penampilan, kita bisa nunjukin siapa kita. Aku Nur Fataha Nimah. Assalamualaikum :)


kiriman  Nur Fatahna Nimah Gresik

Hijabku Identitasku

Ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Ibuku bertanya kepadaku. “Kapan mau memakai kerudung?”. SubhanaALLAH …sebuah pertanyaan yang membuatku harus berfikir lebih dalam tentang berkerudung. Namun, pada saat itu, aku sudah mempunyai cita-cita untuk memakai kerudung saat masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP). Entah mengapa, saat itu aku sudah begitu siap untuk segera memakai kerudung kelak jika aku masuk SMP. Sebenarnya, cita-cita ku untuk memakai kerudung karena aku sangat termotivasi dari sesosok perempuan yang sangat special di dalam hidupku, yaitu Ibuku . Aku berfikir bahwa perempuan yang memakai kerudung akan terlihat cantik, muslimah, anggun, dan yang pasti dengan berkerudung seorang perempuan akan tertutup auratnya.Selain itu, aku juga berfikir bahwa memakai kerudung memang diwajibkan oleh ALLAH SWT untuk para perempuan. Pernah saya mengalami kejadian yang sampai sekarang aku masih mengingatnya, hehehe. Saat itu aku sedang mengaji, namun aku tidak memakai kerudung. Alhamdulillah saat itu Ibuku yang sedang berada di depanku melihat, kemudian Ibu bilang kalau perempuan sedang mengaji harus memakai kerudung, karena kalau tidak kelak di hari kiamat kepalanya akan disiram dengan air timah, naudzubillah.. Aku pun seketika ketakutan dan bersegera untuk mengambil kerudung dan segera memakainya. MasyaALLAH, dengan kejadian itu aku pun berfikir kembali. Jika saat mengaji tidak memakai kerudung saja balasannya mengerikan seperti it, apalagi kalau tidak memakai kerudung saat keluar? Astaghfirullah…
Nah, dari kejadian itu juga aku semakin mantap untuk memakai kerudung. Hehehe. Alhamdulillah, kelulusan di bangku Sekolah Dasar pun telah tiba. Akhirnya cita-citaku akan segera terwujud 
Singkat cerita, kemudian aku masuk di kelas 7 SMP. Pada waktu itu, aku bersemangat untuk melewati hari-hariku engan memakai kerudung. Alhamdulillah saat itu aku tak merasa canggung untuk memakai kerudung setiap hari di sekolahan. Justru dengan memakai kerudung aku merasa lebih nyaman saat keluar rumah atau berpergian, hehehe..
Sekian cerita dari saya tentang My first hijab moment 
Keep spirit for your hijab. Hijab is my right, hijab is my choice, hijab is my life

ARIFAH RAHMA PRIHANTINI
Kedunguter, Karangtengah Demak  

26 Des 2013

Role Model

cerita terpilih berikutnya di My First Hijab Moment by Dahayu Gamis. Enjoy reading, Mbakyu...^_^

Pertama kali pakai hijab? Well, jadi belajar fashion mau ga mau. Karena gw termasuk hijaber muda kali yaa makanya pengen berhijab modis dan segar tapi tentunya tetap syar’i. Itulah sebabnya gw bilang secara ga langsung bikin gw belajar tentang fashion.
Oh iya, kenalin gw Andriana Sukotjo dari Jakarta.  Gw tau kontes ini dari fanspage nya Dahayu Gamis Fanspage. Pertama kalinya siy gagal paham ya how to join. Cuma setelah membaca dengan seksama (hihi..) akhirnya paham juga.
Simpel aja ternyata, tinggal buka blognya dahayugamis.blogspot.com terus masuk di daftar member, masukin data dan tulis cerita di kolom note. Klo soal nge like siy gw dari dulu ud suka sama Dahayu Gamis. Mbak Ririn baik orangnya dan terpercaya, paket hilang mau repot ngurusin n ganti. Meski suka lemot kalau balas bbm. Hahaha... *pisss ya mbakyu
Pertama kali gw pakai hijab, gw belajar tentang padu padan warna. Sempat saltum n salah kombinasi warna. Tapi learning by doing dan rekomendasi dari mbak Ririn juga nih yang akhirnya bikin gw lancar jaya kalau urusan soal hijab.
Kalau tadinya awal-awal gw suka maksa pakai hijab yang ga sesuai dengan bentuk muka gw yang bulat, secara liat temen yang  jadi role model gw keren-keren aja pakai hijab modifikasi, sekarang udah ga maksa-maksa lagi
Kesalahan gw awal pakai hijab ya karena milih role model yang salah. Gimana ga salah coba, klo temen gw itu wajahnya oval sementara gw bulat? Dia asik-asik aja pakai bermacam model hijab, sementara gw? Salah model yang ada bikin muka makin chubby.
Gw ingat banget gara-gara temen gw keliatan cakep pakai pashmina tumpuk, gw ikutan pakai n belajar dari dia, yang ada malah muka gw jadi keliatan aneeeehhh. Finally gw belajar dari orang-orang yang wajahnya bulat. Salah satunya Mbak Ririn. Hahaha...  
Sorry ya Mbak, gw nyebut nama ownernya bukan biar dimenangin lohh. Gw cerita apa adanya aja. Karena memang sering Mbak ririn kasih rekomendasi.
“Tinggi berapa-berat badan berapa-kirim fotonya. Maaf ga muat mbak, maaf ga cocok mbak nanti keliatan kayak lemper bungkus. Pipi chubby lebih cakep pakai yang paris siy, ringan .”
Hahaha...gw ingat banget itu semua kalimat mbak Ririn yang  apa adanya. Jelek bilang  jelek, ga muat bilang ga muat. Seller ya harusnya gitu. Sangat membantu buat gw yang waktu itu masih newbie urusan hijab.
Intinya siy saat pertama pakai hijab, kita memang perlu memiliki orang-orang yang mau memberikan komentar buat kita atau jadi role model kita. Tapi jangan sampai salah pilih yaaa. Dan tetap jadi diri sendiri. Buat referensi doang.
Thats it! Hope you like it and i can get free gamis ! yeaayy!!

#kontes menulis My First Hijab Moment Dahayu Gamis



28 Sep 2011

Contact Us



Contact Us

Let’s connect in a way that matters.

Kami senang banget kamu sampai di sini. Entah kamu ingin ngobrol soal kolaborasi, kerja sama brand, mengirim karya, atau cuma mau bilang “hi”—kami di sini untuk mendengarkan.


Untuk Kerja Sama & Kolaborasi:

Buka untuk kerja sama konten, campaign, sponsorship, hingga penulisan advertorial yang sejiwa dengan nilai kami: thoughtful, empowering, and soulful.

Kirim Tulisan/Karya

Kami menerima tulisan, ilustrasi, maupun ide visual dari kamu. Baik opini, puisi, refleksi healing, atau artikel budaya—kami percaya, setiap cerita punya rumahnya.

Tanya-Tanya atau Sekadar Say Hi

Ngobrol santai soal isi konten, ide baru, atau sekadar berbagi keresahan hati? Kami selalu baca, dan sebisa mungkin akan membalas dengan sepenuh hati.

Atau, langsung isi form di bawah ini—biar kami yang menyapa kamu kembali.


Contact Form: