MENU TAB

Tampilkan postingan dengan label mie kremes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mie kremes. Tampilkan semua postingan

27 Des 2013

Hijab Menjagaku

    Assalamualaikum.Wr.Wb
Barhijab merupakan kewajiban setiap muslim, untuk menutup aurat. Sejak lahir berada di lingkungan yang berhijab, namun tidak pernah ada keinginan untuk berhijab. Ketika Sekolah Dasar, aku dihadapkan dengan sebuah realita bahwa telah menginjak baligh. Semua menjadi berubah, tampil cantik dan menawan dengan uraian rambut dibalut dengan busana berubah menjadi tertutup. Hanya jari-jari tangan dan kaki serta wajah yang terlihat.
Pertamakali berhijab ketika aku duduk Sekolah Dasar kelas 3. Memulai berhijab saat aku berpergian jauh,awalnya memang terasa malu. Namun ketika berada di tempat yang banyak kaum adam, timbul rasa terlindungi dan dihormati kaum adam. Hati aku semakin mantap untuk menutup aurat. Aku juga mencoba untuk berhijab saat berada di rumah. Rasa nyaman dan terlindungi membalut menjadi satu. Selalu ingat bahwa aku telah baligh, suka tidak suka aku harus menutup aurat .Perkataan bapak aku yang tidak pernah aku lupakan “Jika kamu ingin selamat di dunia dan akhirat, mulailah dari hal yang kecil. Contohnya menutupi aurat dimanapun kamu berada”. Perkataan itulah yang mengetuk dan memantapkan hati aku untuk menutupi aurat. Aku takut tidak maksimal berbuat baik di dunia, setidaknya di dunia mengurangi jumlah maksiat.
Berhijab dengan sangat sederhana merupakan awal perubahan. Busana panjang menutup aurat membalut tubuh, perbedaan warna yang sangat mencolok menjadikan kenangan yang sulit untuk dilupakan. Tertawa dan malu jika harus mengenang. Namun seiring berkembangnya zaman, perlahan mengenal gaya berbusana yang masih islami. Semakin menyemangati aku untuk selalu tampil cantik dengan berhijab.
Ketika berhijab banyak orang menghujat, dengan perkataan yang tidak menyenangkan. Usia 9 tahun yang cukup terbilang belia, harus menerima tumpahan kata-kata yang cukup menguras pikiran. Namun perkataan itu hanyalah menjadi sebuah batu kerikil perjalanan aku untuk menuju surga Allah. Usia 9 tahun tidak banyak yang aku ketahui,perlahan demi perlahan hati ini semakin yakin dan kuat untuk berhijab.
Wassalamualaikum.Wr.Wb

Ata Sulfiani Pamekasan 



Rambut Lurusmu Kemana?

Nunu el Fasa Sidoarjo

Saat SMA, ngetrend rambut rebonding. Termasuk aku yang pengen banget rambut lurus. Apa boleh buat, rebonding masih diatas seratus 200-300 ribu. Kala itu uang sakuku sebagai anak kost, 40-50 ribu satu minggu termasuk untuk makan sehari-hari.

Dari uang tersebut aku menyisakan sedikit demi sedikit untuk kutabung. Jangan harap bisa cepat terkumpul. Kadang uang sakuku kurang dan terpaksa pinjam ke teman sampai timbul kebiasaan tambal sulam. Akhir minggu pinjam, awal minggu dapat uang saku untuk bayar, akhir minggu pinjam lagi, begitu seterusnya. Sangat sulit hanya untuk mengumpulkan uang, butuh waktu satu tahun, dari kelas dua ke kelas tiga SMA.

Ketika kurasa sudah cukup aku menemui Mbak Nunuk (pakai 'k") yang bekerja di depot dan pernah cerita tentang salon murah langganannya. Tapi Mbak Nunuk mencegah, menyayangkan uangku sebanyak itu daripada untuku rebonding mending untuk membeli buku. Aku menolak karena perjuangan setahun tak mungkin aku menggagalkannya.

Saking sayangnya kepadaku, Mbak Nunuk merelakan catokan pelurus rambutnya dipinjamkan kepadaku. Aku menyambutnya gembira. Itu artinya aku tak perlu mengeluarkan uang untuk meluruskan di salon. Sepulang dari depot, langsung aku pakai dibantu teman kost. Rambutku menjelma jadi cantik dan menawan.

Dan benar saja, bukan hanya cowok yang kutaksir yang mengalihkan pandangannya kepadaku, tapi semua orang termasuk guru memujiku. Aku jadi pusat perhatian seharian itu. Tak nyaman, biasanya aku yang melihat dan curi-curi pandang dari balik lubang, justru aku merasa tidak PD. Beginikah rasanya menjadi pusat perhatian? Aku menjadi salah tingkah bagaimana menutupi rambutku, dengan tangan, tas atau buku. Jika dalam film warkop DKI, mirip dengan adegan sewaktu bajunya hilang dan bingung menutupi kemaluannya. Ya rambutkulah kemaluanku.

Dan dalam satu hari itu terjadi perubahan besar, setelah tampil dengan rambut lurusku, keesokannya justru aku tampil dengan kerudung ke sekolah. Dengan uang tabunganku untuk meluruskan rambut, justru berubah bentuk menjadi hijab. Beruntung punya mbak kost yang baik hati, mau berbagi seragam hijabnya untuk kupinjam dahulu. Subhanallah, jangankan yang lain aku sendiri heran. Rambut lurus itu yang begitu aku idamkan kian dipertanyakan semua orang. Bagaimana mungkin aku menutupinya? Ya, itu tak lebih aku tak ingin semakin banyak orang melihat kemaluanku.

16 Feb 2012

Semoga Kita Selalu Dilindungi Allah swt

x : mbak saya sudah trf yaaa atas nama "mmmm" via mandiri
me : aokeee..tr sore ku krm ya
x : okokok..kira2 smp kpN?
me : senin atau plg telat selasa smp

then...aku cek billing rekening mandirikyu....
hmmm....840 rek A-358 rek B - 566 rek C - 127 rek D - 240 rek E - 428 rek F-....

hahahhahaa....tdk ada angka 150 dr si rek "mmmm" SOOOOO, MAKSUDNYAAAH???MAKSUDNYAAAHH????

# dipikirnya kita ini olshop goblok apa yaaa?? GEMEEEEEESSSSSSS PENGEN MIE KREMEESSS...

untuk temen - temen yang punya olshop, atau yang lagi belajar jadi reseller...be carefull dear..semoga kita selalu dilindungi oleh Gusti Allah yaaa dari orang-orang yang nakal..Aaaaamin.